Pemerintah pastikan jalan tol fungsional sampai Weleri

Pemerintah memastikan jalan tol fungsional yang dapat digunakan pemudik tahun ini dari Brebes Exit (Brexit) hingga Desa Gringsing, Weleri, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, sepanjang 110 kilometer.

“Saya pastikan tol fungsional dengan lean concrete (LC) setelah Brebes Timur sampai Weleri, Kabupaten Batang. Itu panjangnya 110 km dengan enam pintu keluar, dua ke jalan nasional pantura (pantai utara) dan empat ke jalur selatan,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono kepada pers usai penandatangan kerja sama dengan Bank Indonesia tentang Gerakan Non-Tunai di Jalan Tol di Jakarta, Rabu.

Menurut Basuki, dengan kondisi seperti itu, maka untuk rekayasa lalu lintas akan sangat mudah dan fleksibel jika menghadapi situasi kepadatan di jalur mudik tahun ini, terlebih dari Pejagan ke arah Purwokerto ada tambahan empat jalan layang baru di lintas sebidang kereta api.

“Itu sangat signifikan karena di lintas sebidang itu dalam sehari ada 90 kali berhenti karena kereta api lewat dan jika saat mudik bisa bertambah jadi 97 kali. Kalau tiap kali berhenti lima menit berarti per hari delapan jam harus berhenti. Itu macetnya kemana-mana. H-10 besok, empat jalan layang itu beroperasi,” katanya.

Basuki juga menambahkan kondisi jalan nasional di lintas Pejagan ke Purwokerto juga sudah bagus.

“Jalan Pantura juga mantap, siap dilalui pemudik. Hanya saja untuk jalur selatan ada sedikit perbaikan di dua tempat di Wangon dan dekat Cilacap. Cilacap-Yogyakarta juga mantap,” katanya

Sedang untuk tol fungsional ruas Solo-Ngawi-Kertosono-Surabaya, Basuki menyebutkan, sekitar 15 kilometer dari Solo ke arah Ngawi, keluar di Widodaren secara fungsional juga bisa dipakai untuk Lebaran tahun ini.

“Kemudian, untuk ruas Semarang-Solo, tol yang sudah bisa operasi dan siap untuk pemudik adalah sampai Salatiga saja melengkapi dari Semarang-Ungaran, Ungaran-Bawen dan Bawen-Salatiga,” katanya.

Diskon Tarif

Basuki menyampaikan bahwa pemerintah akan mendorong Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk memberikan diskon tarif bagi pengguna nontunai atau elektronik tol (E-toll) sebesar 10-20 persen.

“Nantinya mereka akan umumkan sendiri, sebab jika pemerintah yang intruksikan, saham mereka terkoreksi,” kata Basuki.

Basuki mengakui diskon tarif bagi pengguna E-toll ini hanya berlaku di saat liburan mudik dan balik sehingga tidak menyebar di awal angkutan Lebaran karena pada tahun ini libur cuti bersama mulai Jumat (23/6) atau pada H-3 atau H-4 Lebaran.

(Sumber : Antara News)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *